Archive for the ‘A Husband: Untold Stories’ Category

1779794_401236140015994_1072261490_nCerita sebelumnya: Dion, seorang pria berkeluarga, memutuskan untuk kembali berpetualang di dunia gay. Pria demi pria ditemui untuk melampiaskan nafsu homoseksualnya yang dia pendam selama berumah tangga. Apa mau dikata, pesona seorang pria bernama Angga membuatnya kembali bermain hati. Sayangnya, permainan terlarang Dion dimanfaatkan Tony sahabatnya sendiri hingga hubungan dengan istrinya menjadi bermasalah. Saat hendak berpaling kepada Angga, Dion mendapati sebuah kejutan.

AKU tak percaya dengan apa yang kulihat saat teman Angga keluar dari kamar mandi. Dia menatapku penuh dendam. Amarah yang sama yang pernah kulihat sebelumnya. Ya! pemuda itu adalah Fadli. Pelacur pria bayaran yang kupakai pertama kali untuk memuaskan nafsuku secara berlebihan dengan menyiksanya.

“Kamu.. kalian saling kenal?” tanyaku pada Angga.

Kulihat Angga memalingkan wajahnya tak berani menatapku. Kepalanya bergerak-gerak sedikit seperti orang yang gugup.

Tak ada satupun dari kedua pemuda itu yang menjawab pertanyaanku. Aku menjadi marah.

“Bangsat kamu Ngga! jadi semua ini udah kamu rencanain, hah?” ujarku gusar. Kudorong tubuh Angga hingga dia terhuyung ke belakang.

“Elo yang Bangsat!” tiba-tiba Fadli meraung dan tinjunya melayang mengenai wajahku.

Aku tak siap terhadap serangan mendadak Fadli hingga tubuhku terjengkang ke atas ranjang. Rahangku terasa perih dan kurasakan darah menetes dari ujung bibirku.

Fadli masih penasaran. Dia kembali menyerangku dan meninju wajahku lagi di atas ranjang. Kali ini aku berhasil menahan pukulan terakhirnya dan mendorongnya hingga Fadli mundur beberapa langkah dariku. (more…)

Advertisements

Husband_06Cerita sebelumnya: Dion, seorang pria berkeluarga, memutuskan untuk kembali berpetualang di dunia gay. Pria demi pria ditemui untuk melampiaskan nafsu homoseksualnya yang dia pendam selama berumah tangga. Apa mau dikata, pesona seorang pria bernama Angga membuatnya kembali bermain hati.

“YA TUHAN… goblok betul…” ujar Tony ketika aku menceritakan kejadian saat aku berada di luar kota dan bercinta dengan pria bernama Hazgil yang merupakan kenalannya.

“Ton! mulut elu tuh…” sahutku gusar.

“Diem..! elu emang goblok!” potong Tony.

Aku mengempaskan punggungku kembali ke sandaran kursi. Pasrah menerima hinaan Tony walau perasaanku bersusah payah meredam kemarahan.

Kemarahan Tony wajar. Dia tak habis pikir aku bisa salah menyebut nama orang setelah bercinta dengan Hazgil. Terlebih lagi, Tony menyayangkan sikapku yang tidak komit pada janji awalku yang tidak akan memakai perasaan dalam berhubungan dengan pria.

“Denger, ya! gue selalu bilang ke orang-orang supaya pakai otak sebelum bertindak. Tapi buat kasus elo, jangan pakai otak elo.. biarin kontol elo aja yang mikir!” semprot Tony.

Aku melotot memperingatkan Tony bahwa kita sedang berada di tempat umum. Tapi rupanya kemarahan Tony tak bisa membuatnya mengecilkan suaranya.

“Tapi gue enggak bisa ngilangin Angga dari otak gue!” aku mendesis marah.

“Jangan korbanin kehidupan keluarga elo yang udah nyaman itu, bro! have fun ya have fun ajalah… apalagi elo ngebahayain privasi elo demi cowok yang enggak jelas,” kata Tony.

Ucapan Tony yang meremehkan Angga membuatku bersusah payah menahan tanganku yang ingin meninju wajahnya.

“Lalu elo maunya gimana? pacaran sama dia? bukannya elo sendiri bilang enggak mau pacaran, hah? gimana cara bagi waktunya sama anak bini elo? udahlah.. udah bukan zamannya elo cinta-cintaan lagi kayak abege, bro..” sesal Tony.

(more…)

Husband_05Cerita sebelumnya: Setelah hidup setia menikah dan berkeluarga, Dion tak tahan untuk kembali berhubungan intim dengan sesama pria. Pria pertama bernama Fadli. Sayangnya, Fadli menjadi korban keganasan Dion di ranjang saat mereka bercinta. Kemudian Dion berhubungan dengan Angga. Pria muda pemilik kafe ini sanggup membuat Dion bercinta lebih lembut di ranjang. Belakangan Dion menghubungi Angga kembali. Sayang, Dion yang menyatakan perasaan pada Angga malah tak mendapat respon darinya. Akankah hal ini membuat Dion berhenti mengharapkan Angga?

“KENAPA lu? kayak orang kurang darah,” tegur Tony saat dia mendapati diriku sedang melamun.

Saat itu harusnya menjadi pertemuan penuh pembicaraan seru seperti biasanya antara aku dan Tony. Aku suka mendengar petualangan Tony dari pelukan seorang lelaki ke lelaki lainnya yang kadang dibumbui oleh permainan liar. Tapi malam itu aku sama sekali tak bersemangat mendengar ceritanya. Yang kupikirkan hanyalah sikap Angga terakhir kali kita bertemu.

Terus terang, ada sedikit rasa ego yang terluka dengan penolakan Angga. Aku yang memiliki rasa percaya diri tinggi selalu merasa tak akan ada lelaki yang berani menolak diriku, apalagi ketika aku mengutarakan rasa tertarikku pada seseorang. (more…)

Husband-Chap4Cerita sebelumnya: Setelah hidup setia menikah dan berkeluarga, Dion tak tahan untuk kembali berhubungan intim dengan sesama pria. Pria pertama bernama Fadli. Sayangnya, Fadli menjadi korban keganasan Dion di ranjang saat mereka bercinta. Kemudian Dion berhubungan dengan Angga. Pria muda pemilik kafe ini sanggup membuat Dion bercinta lebih lembut di ranjang. Belakangan Dion menghubungi Angga kembali. Padahal awalnya dia bertekad hanya akan berhubungan singkat dengan pria yang ditemuinya.

BOLEH ngerokok di sini, Mas?” tanya Angga sambil menurunkan kaca jendela mobil. Malam itu aku bertemu dengan Angga setelah aku meneleponnya beberapa hari lalu untuk memintanya bertatap muka. Terus terang, aku tidak lagi mengunjungi kafe tempat Angga bekerja saat makan siang sejak kami bermesraan.

Aku tak menjawab pertanyaan itu. Kuharap Angga mengerti. Aku tak ingin mobilku bau asap rokok karena istriku pasti akan bertanya siapa yang merokok mengingat diriku bukanlah seorang perokok aktif. Bisa saja kubilang ada temanku yang tak bisa menahan diri untuk merokok, memang. Tapi aku lebih suka untuk tidak berbohong. (more…)

Husband-chap3Cerita sebelumnya: Setelah hidup setia menikah dan berkeluarga, Dion tak tahan untuk kembali berhubungan intim dengan sesama pria. Pria pertama bernama Fadli. Sayangnya, Fadli menjadi korban keganasan Dion di ranjang saat mereka bercinta. Kemudian Dion berhubungan dengan Angga. Pria muda pemilik kafe ini sanggup membuat Dion bercinta lebih lembut di ranjang. Apakah Dion akan menemukan pria baru?

TONY pernah menyarankan agar aku menginstall aplikasi gay-chat pada ponselku. Bukannya aku tak pernah mempertimbangkannya. Akan tetapi memasang aplikasi pada ponsel yang diam-diam sering diintip oleh istriku dan juga dipinjam anakku untuk bermain game itu sangat beresiko. Tapi suatu hari, ketika aku sendirian di rumah, aku tergoda untuk memasang salah satu aplikasi yang dahulu saat aku belum menikah tidaklah sepopuler sekarang.

Berbeda dengan situs underground gay yang saat sempat populer, bertatap muka dan berkenalan dengan sesama penyuka pria kini sangat mudah. Kau tinggal mendaftar di aplikasi, memasang foto, dan bisa mendeteksi orang-orang yang berminat sama denganmu di dalam satu area. Semakin oke dirimu, entah itu wajah atau tubuh, semakin besarlah kesempatanmu mendapatkan teman kencan. (more…)

Husband-chap2Cerita sebelumnya: Setelah menjalani pernikahan dan berkeluarga selama lima tahun dan tak lagi berhubungan dengan pria seperti yang dia lakukan sebelum menikah, Dion memutuskan untuk mengikuti keinginan terpendamnya untuk bercinta dengan seorang pria. Sayang, karena terlalu bersemangat, Dion secara sadis berhubungan intim dengan pria bayaran. Siapakah korban Dion berikutnya?

“KOPINYA Mas,” kata seorang pemuda sambil meletakkan secangkir kopi hitam di atas meja. Dia mengenakan kaus polo hitam bersematkan pin bertuliskan Angga di dadanya.

Aku yang sedang asyik menggunakan tablet, mengalihkan pandanganku dari layar tablet dan mengucapkan terima kasih. Angga mengangguk sambil tersenyum.

“Duduk sini dulu, Ga!” kataku sambil menyuruhnya duduk di depanku.

Siang itu aku sedang istirahat untuk makan di sebuah kafe. Angga adalah salah satu dari beberapa anak muda yang memiliki kafe non-waralaba ini. Letaknya cukup jauh dari kantorku, namun karena makanannya enak dan suasananya nyaman, aku masukkan kafe ini ke daftar tempat yang wajib kukunjungi seminggu sekali untuk makan siang.

“Minta ditemenin kena extra-charge lho, Mas!” kata Angga. Sambil tertawa dia mengambil sebatang rokok putih dan menyalakannya.

Aku menghirup pelan-pelan kopi yang disuguhkan Angga. “Kamu memang paling tahu takaran pas kopi hitam buat saya,” pujiku.

Angga terkekeh. “Biasanya sih memang saya yang bikin, Mas! tapi hari ini enggak. Jadi ngegombalnya ketahuan deh,” katanya.

Aku terbahak. (more…)

Husband-chap1REALISTIS saja. Aku memilih untuk menikah dan meninggalkan dunia gay karena keinginanku. Apalagi istriku cantik dan bisa memuaskanku di ranjang. Setelah memutuskan menikah, aku tak lagi berhubungan dengan pria. Baik itu berpacaran resmi, ataupun hanya sekedar berhubungan intim. Lima tahun berlalu. Aku dikaruniai seorang anak perempuan yang lucu. Selama lima tahun menikah itupun aku ‘bersih’ dari hubungan sesama pria. Sulit, namun aku berusaha sekuat tenaga menahan diri.

Banyak godaan? tentu saja. Aku sengaja tak menceburkan diri menjelajahi sisi kaum gay baik dari aplikasi chatting maupun sosial media khusus kaum homoseksual. Walaupun demikian, godaan itu selalu ada. Mulai dari yang mengajak kenalan di tempat fitness, atau malah rekan sekantorku yang coba-coba menggoda. Karir yang bagus, rumah tangga solid, dan kehidupan yang nyaman rasanya tak rela kukorbankan bila harus bermain api kembali dengan berselingkuh. (more…)