ISTRIKU FUJOSHI (Bisexual Story) – Bagian 1

Posted: November 16, 2015 in Cerita XXX
Tags: , ,

image

By: Abang Remy Linguini

Reminder:
Jika anda di bawah umur, tinggalkan akun ini.
Berisi konten seksual eksplisit. Diharapkan kebijaksanaan pembaca.
Beberapa adegan seksual digambarkan tanpa menggunakan kondom demi kepentingan cerita. Selalu gunakan kondom dan dukung hubungan seks yang aman!
Update tak tentu.

Part 1

KEHIDUPAN rumah tanggaku dan Vio bisa dibilang sangat bahagia. Kami hidup tak kekurangan, aku punya istri cantik dan hebat yang bisa kubanggakan. Kami menikah hampir 5 tahun dan belum dikaruniai anak. Kami sengaja menundanya karena istriku merasa belum siap. Usia kami terpaut 10 tahun. Vio menikah denganku di usia 20 sementara aku sudah berumur 30 waktu itu. Merasa sedikit bersalah karena Vio kehilangan masa mudanya, aku menyetujui keinginannya menunda punya momongan sampai dia menyelesaikan studinya.

Aku tak penah merasakan keanehan pada Vio. Dia seperti wanita lainnya. Gemar berdandan dan belanja. Tapi suatu hari, aku pernah menemui hal aneh pada ponselnya. Waktu itu aku hendak meminta video yang dia rekam saat aku berpidato pada sebuah resepsi pernikahan teman kami. Vio menyuruhku mencari sendiri di ponselnya karena dia sedang mandi.

Aku menemukan sesuatu yang aneh. Dia tergabung pada sebuah forum khusus fujoshi. Dengan menggunakan akun fujo_2626, istriku memposting fotoku di forum itu dan dikomentari banyak akun lain.

“Laki lo lakik banget ya Jeung fujo_2626. Ganteng gilak body oke. Emang situ rela kalo miswa lo digrepe grepe sama cowok? Hahaha..”

Fujo_2626: hahaha. Ga tau ya sist.. gue suka berfantasi laki gue maen sama laki laen trus gue gabung gitu. Serrr.. nyut nyutan deh bayanginnya.

“Gile. Parah abis. Gue sih kalo liat couple cowo laen gapapa. Tapi pacar sendiri sih ogahlah.. biar aja pasangan gue tetep laki gak terkontaminasi. Hahaha..”

Belakangan aku mengetahui istilah fujoshi adalah istilah yang dipakai untuk merujuk kepada perempuan yang tertarik atau menyukai hal hal yang berhubungan dengan romantisme dua orang pria atau homoseksual. Aku sedikit terkejut mendapati hal ini, tapi aku tak pernah menanyakannya. Kupikir hal itu tak berbahaya selama dia tak menyuruhku melakukan hubungan sejenis dengan pria lain.

Pantas saja istriku kerap bercanda jika ada kesempatan. Misalnya, di sebuah pesta dia kadang bisa menangkap seorang pria gay yang terpergok memperhatikan aku dan membuatnya jadi candaan.

“Tuh mas.. yang di sana ngeliatin kamu terus. Cakep lagi. Ajak kenalan gih. Hihihi.. ” kikiknya geli saat dia merasa ada cowok yang diam diam memperhatikanku.

“Apa apaan sih, kamu?” Protesku.

Tapi rupanya istriku hendak mewujudkan fantasinya. Aku bertanya padanya, hadiah apa yang dia inginkan untuk perayaan ulang tahun pernikahan kami yang ke lima. Dia malah ingin memberikan kado istimewa padaku. Dia membisikkan sesuatu di telingaku yang membuat aku bergairah.

“Kamu.. yakin?” Tanyaku tak percaya.

Vio mengangguk dan tersenyum. “Aku tahu mas selama ini kepingin cobain seks anal sama aku kan?”

Aku mengangguk sambil meneguk ludah. Ya. Aku memang berfantasi melakukan seks anal pada istriku seperti yang kulihat di film por**. Hanya saja aku tak berani memintanya walau keinginanku mencoba rasanya menerobos anus Vio begitu menggelora.

“Tapi mas juga harus setuju syaratnya…” Vio berbisik kembali. Aku terbelalak dan marah.

“Gila! Enggak mau! Apa-apaan itu?” Tolakku. Rupanya istriku ingin melibatkan pria lain dalam permainan ranjang kami sesekali.

Vio menjadi murung. Beberapa hari kemudian dia masih mendiamkanku dan melayaniku ogah-ogahan. Aku jadi tak enak. Kupikirkan baik baik permintaannya. Toh tak ada salahnya kami melakukan variasi untuk membangkitkan gairah percintaan kami. Akhirnya aku setuju.

***

MALAM perayaan ulang tahun pernikahan kami, kami rayakan dengan makan malam romantis di sebuah restoran. Malam itu juga kami berencana menginap di sebuah hotel mewah. Vio memberitahukan bahwa dia sudah memilih pria yang akan menjadi partner bercinta kami malam itu. Aku setuju untuk menemuinya namun aku memintanya datang setelah aku dan Vio menikmati makan malam kami berdua saja selama beberapa lama.

Setelah hampir dua jam aku dan Vio makan dan mengobrol mesra, Vio menelepon pria itu. Sepuluh menit kemudian dia datang. Usianya sekitar duapuluhan. Wajahnya tampan. Tubuhnya tegap. Walau tak sebesar tubuhku, pria ini memiliki tubuh yang terlatih juga. Vio memang memiliki selera tinggi akan pria. Senyum mengembang di wajahnya yang ditumbuhi kumis dan janggut tipis di sekeliling bibirnya itu saat memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya padaku.

“Zachary. Panggil Zach saja..” katanya.

“Andrew..” jawabku singkat. Vio tampak bersemangat melihat dua pria tampan di dekatnya.

Aku mempersilakan Zach untuk duduk setelah aku meminta pelayan mengambilkan satu buah kursi lagi agar dia bisa bergabung dengan kami. Vio mengenal Zach sudah beberapa lama.

“Jangan cemburu ya, bro.. aku sama Vio cuma teman aja. Kebetulan punya hobi sama: belanja, sama cowok cakep..” kata Zach sambil terbahak. Vio pun tertawa lepas.

Aku menjadi salah tingkah dengan candaannya. Zach lalu berbisik pada Vio dan istriku mengikik.

“Ada apa ini?” Tanyaku penasaran.

Sambil menahan tawa, Vio berkata. “Zach bilang, Mas Andrew gagah banget. Dia suka..”

Kurasakan wajahku memerah.

Zach rupanya sangat supel. Walau dia mengaku gay, sama sekali tak terlihat aura feminin pada gesturnya. Itu yang membuat diriku sedikit nyaman. Kukira Vio akan mencari gigolo, namun Zach rupanya seorang profesional muda dan pengusaha penyedia makanan sehat yang memiliki banyak klien. Obrolan “lelaki” pun dia menyambutnya dengan komentar cerdas hingga aku tanpa sadar mengabaikan Vio.

“Kalian so sweet sekali… jadian gih,” canda Vio.

Aku terkekeh salah tingkah. Sambil meneguk sedikit minuman beralkohol agar aku merasa rileks, kami sepakat untuk pergi ke kamar hotel.

Di dalam kamar, aku dan istriku berangkulan. Zach berinisiatif mengambil minuman dan menuangkannya pada tiga gelas untuk kami bersulang.

“Kalau mas enggak nyaman, bilang aja.. enggak perlu diterusin. Biar Zach tonton kita dulu…” ujar Vio.

Aku mengangguk setuju. Setelah meletakkan gelas, aku mencium Vio dengan bernafsu. Kulirik Zachary yang duduk di sofa sambil tersenyum melihat ke arah kami.

Kubuka gaun Vio hingga terjatuh ke lantai. Vio rupanya sudah memakai lingerie seksi dan transparan. Aku menjadi terangsang melihatnya berpakaian sensual. Kucium lagi bibirnya sambil kuremas payudaranya hingga Vio memekik kecil. Kutelusuri kulit istriku yang lembut dengan jemariku. Salah satu telapak tanganku kuselipkan ke dalam celana dalam rendanya dan kuusap va*** nya dengan lembut.

Vio merintih sambil menggigit bibirnya saat kulakukan itu. Dia lalu membuka kemejaku dan melucuti semua pakaianku. Aku lalu merebahkan Vio ke atas ranjang. Kuciumi lehernya bergeser hingga payudaranya lalu semakin turun ke arah selangkangannya. Kuturunkan sedikit celana dalamnya dan mulai menjilati V nya dan sesekali memainkan kli*** dengan ujung lidahku.

Vio menggeliat sambil mendesah. Kakinya terbuka lebar lebar dan dia meremas remas sendiri payudara sintalnya. Aku melirik Zachary. Duduknya terlihat tak nyaman. Dia meremas sendiri gundukan di balik celananya. Aku meneruskan aksiku pada Vg istriku. Dia meremas kepalaku dan mengacak acak rambutku sambil mengerang. Vio lalu mendorong kepalaku dan menyuruhku berdiri sementara dia duduk di pinggir ranjang. Dengan tak sabaran, Vio meraih kontolku dan mulai mengocoknya. Diselipkannya batang keras itu di antara kedua payudaranya dan dia menjepitnya beberapa kali sambil mendesah seperti adegan film po** yang sering kulihat.

Vio lalu melahap kontolku. Aku mendesah. Belum pernah Vio mengoral penisku sesemangat ini. Totalitasnya membuat nafsuku naik. Aku melihat Zach mulai mencopot bajunya. Aku bisa melihat kontolnya yang sedikit lebih kecil ukurannya dari kontolku itu menegak.  Zachary menghampiri kami. Aku menjadi sedikit khawatir. Awalnya dia mengusap bahu Vio yang sedang asyik mengoral kontolku. Lalu dia mendekatiku dan berusaha menyentuh lenganku.

Aku menolak. “Jangan bro..”

Terus terang aku tak suka bila tubuhku dijamah pria gay. Aku masih normal. Zach menurut. Dia lalu duduk di sebelah Vio sambil mengocok kontolnya. Didekatkannya wajahnya pada selangkanganku seolah ingin mencicipi pula kontolku. Aku makin marah. Kudorong kepala Zach menjauh. Zach terpaksa menurut kembali. Vio menghentikan gerakannya dan tampak sedikit kecewa. Dia lalu lanjut mengoral kontolku namun tangannya yang satu meraih kontol Zachary dan mulai mengocoknya.

Zach mendesah tampak keenakan. Alu sedikit cemburu karena istriku menjamah pria lain. Kemudian Vio kembali berbaring. Aku masih berdiri di pinggir ranjang. Vio membuka pahanya lebar lebar. Aku mulai melakukan penetrasi kontolku pada vgn nya. Vio memekik saat aku mulai menggenjotnya.

Zachary yang dari tadi memerhatikan kami, mulai berinisiatif menciumi payudara istriku. Dikulumnya puting istriku sampai Vio mendesah keenakan. Kepala Zach makin turun ke bawah pusar Vio. Diletakkannya kepalanya menghadap Vgn Vio yang sedang ditembus berkali kali oleh kontolku. Sangat dekat. Zach terlihat antusias melihat kontolku yang keluar masuk merojok vgn istriku. Tiba tiba Vio beringsut sehingga kontolku lepas dari vgn nya. Sedetik kemudian, tanpa sadar kontolku sudah masuk ke dalam mulut Zachary.

“Mm.. uh…yeah.. isep Zach..” gumam Vio manja sambil mendorong kepala Zach yang diletakkan di atas perutnya agar mengulum kontolku lebih dalam.

Aku terkejut, ingin menolak, namun nafsuku sudah telanjur sampai di ubun ubun hingga aku membiarkan kontolku keluar masuk mulut Zachary.

“Ouh…” erangku ketika kontolku yang sudah sangat terangsang itu disedot dengan kuat oleh mulut Zachary selama beberapa saat.

Zach melepaskan kulumannya. Vio lalu meraih kontolku dan memasukkannya lagi ke dalam vgn nya. Vio mengerang kembali saat kurojok memeknya dengan bernafsu. Kepala Zach masih bersandar pada perut istriku. Menyaksikan…

Setelah beberapa lama aku merojok Vgn Vio, kali ini aku yang berinisiatif melepaskan kontolku dan memasukkannya pada mulut Zach yang sudah menunggu tak sabar ingin melahap kembali batang keras itu…

-bersambung-

Advertisements
Comments
  1. febru says:

    Nice om remmy . Di tunggu crita ny lgi 🙂 pmbaca setia ^-^

  2. Akmal Hariz says:

    gak sabar nunggu sambungan ny

  3. akbat says:

    cerita” d blog kamu bagus”..
    hanya saja..
    lama” postingnya…
    terkadang lupa gmna cerita sebelumnya…
    terpaksa baca lagi dari awal…

    smoga saja postingan berikutnya tidak ada penundaan lagi…

  4. askara says:

    lanjut dunk bang! nanggung hehe

  5. tapalsite says:

    Hebat, Aku suka gaya menulisnya.

  6. kopi says:

    knp giliran vagina dan klitoris beberapa huruf harus diganti *, sedangkan kontol dan anal pun engga?

  7. Ahmed says:

    Bagus ceritanya

  8. Lorenzo Alfredo says:

    Yg di wattpad dibagi 3 part ya bang???sedangkan yg diblog dijadiin satu???

  9. surya ramadhan says:

    baru dua hari yang lalu gw nemuin blog ini, satu kata yang bisa gw bilang:

    “SEMPURNA”
    komposisi ceritanya pas dengan kehidupan sehari-hari. Bahasanya mudah dimengerti gak sok ENGLISH kaya kebanyakan blog tetangga. Banyak point penting yang sepele sih.. tapi sanggup buat otak gw jadi geres.

    Kalau masalah lama bgt postingnya, gw bisa memaklumi dan terima itu. Karena untuk mengarag sebuah cerita 1 episode aja bisa makan 2-3 hari itu beltm termasuk proses editing. Gw juga suka nulis cerita antiklimaks (cerita yg berseri) pake episod gitu, tp gw gak punya nyali buat ngepost diblog kaya gini. Gak tau kenapa, mungkin gw lebih suka baca cerita org…

    Tp secara keseluruhan “gila gw candu sama blog ini”

  10. prastacus says:

    Kayaknya kata kontol diganti penis aja. Sama artinya tapi lebih sopan dan enak di baca.

  11. ian says:

    Lanjutan nya kapan bang???

  12. prastacus says:

    Aku ngeblog pake hp di. Tapi tiba2 blognya error. Dasbor gak bisa dibuka. File pun gak bisa dibuka bahkan hilang semua. Setting pun gak bisa dibuka juga. Karena emosi ku apus blognya dari hp. Kira kira kenapa ya? Trus kenapa punya abang bisa begitu di bagian komentarnya, bisa di buat minta alamat imel sama alamat blog segala. Malah bisa ada ruang peringatan juga dan pengumuman.

  13. okang69 says:

    Kapan lanjutannya ngak sabar nih

  14. dwi says:

    Ayoo bang remmy update lagi ceritanya dah mau akhir bulan + akhir tahun nih bang…
    Saran tuk kemajuan blog dri sya,, alangkah baiknya tiap bulan ada cerita lanjutan atau cerita baru agar pembaca tdk bosan menunggu dan tdk lupa cerita sblumnya…
    Waktu itu bang remmy sering bgt update di tgl2 tertentu jadi kita sdh bisa cek blog pada tgl tsb,, coba balikin lagi sistemnya kyk bgt bang

    Makasih Bang

  15. ALF says:

    Aku sukaa,, lanjut yah bang..

    Aku juga punya cerita nih teman-teman 🙂 ada yang hot ada yang romantis 😉 Kunjungi blog aku juga yah, biar bisa nulis lebih banyak lagi tanpa ada rasa bosan :*

    http://khusus-cowok.blogspot.co.id/2015/08/rian-behind-rain.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s