Archive for April, 2015

IMG_4259(Terinspirasi film x straigt berjudul “American Daydream” with Taylor Rain)

by: SHISHUNKI

SEJAK kepindahan tetangga baru, aku sering berkhayal yang tidak-tidak. Sudah lama aku menahan keinginan dan fantasiku berhubungan dengan pria. Itu karena aku memang berkomitmen untuk tidak melakukannya lagi demi keluargaku. Namaku Gustav, aku menikah sejak usia 30 dan kini pernikahanku menginjak tahun ke lima. Orang bilang lima tahun pertama adalah tahun penuh godaan. Aku biasanya bisa mengabaikan setiap godaan, tapi godaan itu kini terpampang nyata dan berada di rumah sebelah.

Namanya Alfi. Usianya sekitar 16 atau 17 tahun dan masih SMA. Keluarganya pindah ke rumah sebelah dua bulan lalu. Hampir semua rumah di sini dibangun di tanah yang luas. Biasanya halaman belakang rumah yang ada di sini dibiarkan terbuka dan menjadi kebun. Aku sering melihatnya saat minggu sore sedang bermain dengan anjingnya di halaman belakang. Karena pemisah halaman di perumahan kami cukup rendah, aku bisa bebas memerhatikannya hanya memakai kaus singlet yang sedikit menutupi kulitnya yang mulus. Alfi adalah remaja tampan, ramping namun atletis.

Aku sering berpura-pura melakukan sesuatu di halaman belakang seperti menyiram kebun dan merapikan taman hari minggu sore. Padahal tujuan utamaku adalah memerhatikan Alfi yang sedang bermain-main di halaman belakang rumahnya. Ketika dia membungkuk, aku melihat bongkahan pantatnya dan langsung berpikiran untuk menariknya dan memerkosanya tanpa ampun untuk memuaskan kontolku. Aku meneguk ludah jika membayangkan itu. Terkadang Alfi suka menyapaku dan melambaikan tangan sambil tersenyum, dan membuatku semakin mengkhayal yang tidak-tidak.

Minggu sore itu aku kesal karena rutinitasku mengamati Alfi terganggu oleh telepon dari kawan lama. Padahal istri dan anakku sedang tak ada di rumah. Aku sudah membayangkan bisa asik mengamati Alfi sambil meremas-remas kontol dan menuntaskannya hingga ngecrot mungkin. Saat kulihat jam, ternyata sudah pukul empat sore. Biasanya Alfi sudah selesai bermain dengan anjingnya dan pergi entah ke mana. Aku melongok ke halaman belakang dan.. “Om Gustav! Om!” panggil seseorang.

Ternyata Alfi sudah melongok di pagar. “Om. Sori.. tadi bola aku kelempar ke halaman om..” katanya cemas.

“Oh? masa? di sebelah mana?” kataku. (more…)