Archive for January, 2015

kartuuu_ori_II_6By: Abang Remy Linguini @bangremy

CERITA SEBELUMNYA:

Harrel dan Bhayu awalnya adalah siswa SMA yang saling bermusuhan. Setelah Harrel menyelamatkan Bhayu dalam sebuah peristiwa razia, hubungan mereka lama kelamaan menjadi akrab. Sayangnya, Bhayu terlibat masalah. Dia diperas oleh Om Herlan, ayah pacarnya sendiri yang terobsesi ingin memerkosa Bhayu. Dibantu Harrel, Bhayu akhirnya lolos dari cengkeraman Herlan. Peristiwa tersebut berbuntut pahit. Herlan bunuh diri di hadapan Harrel, Bhayu, dan anak perempuannya di depan sekolah. Masalah kian pelik ketika Mas Bima, tetangga Harrel yang seorang polisi, mencium kejanggalan akan tewasnya Herlan. Selain itu, muncul Ivan, keponakan dari Herlan yang mengawasi keduanya. Apakah hubungan percintaan Bhayu dan Harrel berjalan mulus?

BAGIAN 6

“Mas Bima lagi apa di kamar kak Harrel?” Tanya Nico lagi.

Bima berusaha menyembunyikan kamera digital milik Harrel di balik punggungnya.

“Eh, ehm.. tadi orangtua kamu bilang kakak kamu enggak pulang semalaman. Handphonenya juga enggak aktif,” terang Bima.

“Terus?” selidik Nico sambil berjalan mendekati Bima.

Bima buru-buru mengeluarkan kartu memori pada kamera digital itu dan meyelipkannya pada saku belakang celana jeansnya lalu diam-diam meletakkan kembali kamera itu di lemari Harrel.

“Sekarang orangtua kamu ke sekolah kakakmu.. cari tahu teman-temannya yang bisa dihubungi. Lantas ibu kamu titip kunci ke saya, jadi saya sekalian periksa kamar kakak kamu,” kata Bima.

Nico mendadak tampak tak bersemangat. Dia menjatuhkan ranselnya ke lantai.

“Semua pedulinya sama Kak Harrel. Mentang-mentang kakak itu anak baik dan pintar. Kalau aku pergi lama mana ada yang peduli?” keluh Nico.

“Masa begitu sih? mana ada orangtua ngebedain anak-anaknya?” hibur Bima.

“Ini juga.. Mas Bima.. Kirain kangen sama aku. Trus nyariin kamar aku…” Kata Nico sambil duduk di atas ranjang.

“Hahaha.. kamu ini ada-ada aja. Pake kangen-kangenan segala,” kata Bima.

Tapi rupanya Nico serius. “Pasti karena Kak Harrel lebih ganteng dari aku, makanya semua orang lebih suka kakak..”

Bima meneguk ludah. Dirinya memang agak lemah menghadapi remaja pria apalagi yang tampan. Mungkin seperti saat dia tertarik pada Findra, adik sepupu istrinya. Terus terang, Bima sudah berjanji pada Findra tak akan mencari “brondong” lain selain dirinya. Tapi tinggal cukup lama di samping rumah kedua remaja ini membuat dirinya tergoda. (more…)

Advertisements

kartuuu_ori_II_5By: Abang Remy Linguini

CERITA SEBELUMNYA:

Harrel dan Bhayu awalnya adalah siswa SMA yang saling bermusuhan. Setelah Harrel menyelamatkan Bhayu dalam sebuah peristiwa razia, hubungan mereka lama kelamaan menjadi akrab. Sayangnya, Bhayu terlibat masalah. Dia diperas oleh Om Herlan, ayah pacarnya sendiri yang terobsesi ingin memerkosa Bhayu. Dibantu Harrel, Bhayu akhirnya lolos dari cengkeraman Herlan. Peristiwa tersebut berbuntut pahit. Herlan bunuh diri di hadapan Harrel, Bhayu, dan anak perempuannya di depan sekolah. Masalah kian pelik ketika Mas Bima, tetangga Harrel yang seorang polisi, mencium kejanggalan akan tewasnya Herlan. Selain itu, muncul Ivan, keponakan dari Herlan yang mengawasi keduanya. Apakah hubungan percintaan Bhayu dan Harrel berjalan mulus?

BAGIAN 5
HARREL berusaha untuk bangkit dari duduknya dan mundur beberapa senti menjauhi Ivan. Ivan lalu menarik tangan Harrel agar dia bangun. Aktivitas mereka rupanya dipergoki oleh seorang petugas keamanan di kompleks perumahan Bhayu.

“Hey! Hey! ada apa ini?” tanya Satpam itu mendekati mereka setengah berlari.

Ivan menghentikan gerakannya mencengkeram lengan Harrel yang kelihatan meronta. Dia sedikit kaget namun berhasil menguasai diri.

“Ini, pak. Saya jemput adik saya pulang. Dia enggak mau,” ujar Ivan tenang.

“Benar begitu?” tanya Satpam itu pada Harrel.

Karena Harrel tak menjawab, Ivan lalu meremas lengan Harrel untuk memaksanya bicara.

“Eh.. I.. Iya pak.. dia kakak saya..” kata Harrel sedikit meringis.

“Kalau begitu kami permisi dulu, pak..” kata Ivan sambil tersenyum. Dia lalu menyeret Harrel dan memaksanya masuk ke dalam mobil.

Keduanya lalu terdiam di joknya masing-masing sesaat. Setelah Ivan memastikan satpam itu sudah menjauh, dia mulai menjalankan mesin mobilnya. Pintu gerbang utama perumahan Bhayu masih cukup jauh. Ivan tak bisa memacu kendaraannya dengan cepat karena masih berada dalam lingkungan perumahan yang jalannya tak terlalu lebar dan banyak terdapat polisi tidur.

Ivan tidak bicara. Dia sedang berkonsentrasi mengemudikan sedannya. Sementara itu Harrel melirik ke arah Ivan, enggan memulai percakapan.

Tiba-tiba Harrel menyerbu Ivan dan berusaha mengambil kartu memori miliknya yang tadi dilihatnya kembali dimasukkan ke dalam saku kemeja Ivan.

“Eh! Eh! Apa-apaan?” Protes Ivan saat Harrel menarik kemejanya sehingga membuat pemuda jangkung itu kehilangan konsentrasi menyetir. (more…)

kartuuu_ori_II_4By: Abang Remy Linguini

CERITA SEBELUMNYA:

Harrel dan Bhayu awalnya adalah siswa SMA yang saling bermusuhan. Setelah Harrel menyelamatkan Bhayu dalam sebuah peristiwa razia, hubungan mereka lama kelamaan menjadi akrab. Sayangnya, Bhayu terlibat masalah. Dia diperas oleh Om Herlan, ayah pacarnya sendiri yang terobsesi ingin memerkosa Bhayu. Dibantu Harrel, Bhayu akhirnya lolos dari cengkeraman Herlan. Peristiwa tersebut berbuntut pahit. Herlan bunuh diri di hadapan Harrel, Bhayu, dan anak perempuannya di depan sekolah. Masalah kian pelik ketika Mas Bima, tetangga Harrel yang seorang polisi, mencium kejanggalan akan tewasnya Herlan. Apakah hubungan percintaan Bhayu dan Harrel berjalan mulus?

BAGIAN 4

SIAPAPUN yang telah mengirimkan foto Om Herlan pada nomor Bhayu, telah berhasil membuat anak itu panik. Aku harus mengingatkan Bhayu untuk konsentrasi mengendarai motornya dan segera meneleponku setibanya di rumah.

“Udah sampe?” tanyaku.

“Kalau belum sampe, ngapain gue telepon?!” bentak Bhayu.

“Ih.. marah-marah aja,” sungutku kesal.

Aku tidak mau menceritakan pada Bhayu bahwa aku merasa telah melihat Ivan di dekat rumahku saat Bhayu dikirimi foto itu. Aku khawatir hal itu malah membuat Bhayu semakin panik.

“Ada yang tahu, Rel.. ada yang tahu!” ujar Bhayu panik.

Aku menghela nafas.

“Tapi kita belum tahu pasti apa yang dia mau. Gue udah cukup yakin enggak ninggalin sidik jari waktu gue hapus semua isi ponsel Om Herlan hari itu. Makanya, gue tenang-tenang aja polisi enggak akan nemuin sidik jari gue, kan?” kataku berusaha menenangkan.

“Kenapa enggak elo ambil aja sekalian sih, handphone Om Herlan?” kata Bhayu menyalahkanku.

“Terus biar dia bisa leluasa teriak maling ke kita, gitu? enggak, Bhay! gue waktu itu enggak mau ambil resiko. Dan sekarang kalau kita saling nyalahin, enggak ada gunanya..”

Bhayu terdiam. Kudengar tarikan nafasnya masih emosional. (more…)

kartuuu_ori_II_3By: Abang Remy Linguini

CERITA SEBELUMNYA:

Harrel dan Bhayu awalnya adalah siswa SMA yang saling bermusuhan. Setelah Harrel menyelamatkan Bhayu dalam sebuah peristiwa razia, hubungan mereka lama kelamaan menjadi akrab. Sayangnya, Bhayu terlibat masalah. Dia diperas oleh Om Herlan, ayah pacarnya sendiri yang terobsesi ingin memerkosa Bhayu. Dibantu Harrel, Bhayu akhirnya lolos dari cengkeraman Herlan. Peristiwa tersebut berbuntut pahit. Herlan bunuh diri di hadapan Harrel, Bhayu, dan anak perempuannya di depan sekolah. Masalah kian pelik ketika Mas Bima, tetangga Harrel yang seorang polisi, mencium kejanggalan akan tewasnya Herlan. Apakah hubungan percintaan Bhayu dan Harrel berjalan mulus?

BAGIAN 3

AKU terbangun pagi itu karena sulit bernapas. Rupanya salah satu lengan Bhayu menindih leherku. Aku berusaha membuka mata lebar-lebar. Rupanya di luar sudah terang. Aku semalam menginap di rumah Bhayu setelah pulang dari acara makan bersama teman-teman sekelas di salah satu restoran untuk merayakan kelulusan kami. Kutolehkan kepalaku dan melihat Bhayu yang masih tertidur. Wajahnya menggemaskan sekali dan kudengar dirinya mendengkur kecil. Dia tidur memakai celana pendek dan kaus tanpa lengan biru gelap sehingga lengannya yang lebih berotot dariku serta ketiaknya yang ditumbuhi bulu halus terlihat jelas. Semalam kami terlalu lelah untuk bermesraan dan memilih untuk langsung tidur karena kami baru tiba di rumah lewat dari tengah malam.

Aku berniat untuk bangun ke kamar kecil dan menggeser lengan Bhayu dari leherku. Badan Bhayu bergerak sedikit dan menggeram pelan tanda protes. Dia malah berbalik dan memeluk tubuhku sehingga wajahku terbenam di dadanya. Bhayu kembali tertidur. (more…)

kartuuu_ori_II_2By: Abang Remy Linguini

CERITA SEBELUMNYA:

Harrel dan Bhayu awalnya adalah siswa SMA yang saling bermusuhan. Setelah Harrel menyelamatkan Bhayu dalam sebuah peristiwa razia, hubungan mereka lama kelamaan menjadi akrab. Sayangnya, Bhayu terlibat masalah. Dia diperas oleh Om Herlan, ayah pacarnya sendiri yang terobsesi ingin memerkosa Bhayu. Dibantu Harrel, Bhayu akhirnya lolos dari cengkeraman Herlan. Peristiwa tersebut berbuntut pahit. Herlan bunuh diri di hadapan Harrel, Bhayu, dan anak perempuannya di depan sekolah. Masalah kian pelik ketika Mas Bima, tetangga Harrel yang seorang polisi, mencium kejanggalan akan tewasnya Herlan. Apakah hubungan percintaan Bhayu dan Harrel berjalan mulus?

BAGIAN 2

BIMA benar-benar dalam kondisi serba salah. Dia sendiri belum bisa menemukan hubungan antara foto bergambar seorang siswa yang sedang bermasturbasi yang wajahnya tak nampak dengan kematian Herlan, suami Linda yang kini sedang berada di depannya.

“Jadi? Apa penjelasan anda mengenai gambar ini?” tanya Linda lagi sambil mengacungkan selembar kertas terbungkus plastik yang ada ditangannya.

“Ibu Linda.. tolong tenang dulu. Kami sendiri belum menemukan adanya hubungan gambar ini dengan kematian suami anda. Lagipula, anda yang memutuskan untuk tidak memperpanjang kasus ini,” kata Bima.

Linda tampak tidak puas dengan penjelasan Bima.

“Apa.. ini benar milik suami saya?” tanya Linda.

“Kertas itu kami temukan tak jauh dari mobil almarhum. Awalnya kami pikir itu tak ada hubungannya, tapi sidik jari suami ibu ada di kertas itu,” jawab Bima.

“Jadi.. maksud anda.. suami saya..” Linda bergidik. Dirinya tak sanggup melanjutkan pertanyaannya sendiri. (more…)