Archive for November, 2014

Rosyid-ori-10(Terinspirasi film pinoy bertema gay Walang Kawala)

Cerita sebelumnya: Rosyid yang tinggal sendiri setelah istrinya pergi menjadi TKI diam-diam disukai oleh Karim tetangganya yang baru duduk di kelas tiga SMA. Karim akhirnya bisa mendekati Rosyid. Setelah mengetahui istri Rosyid hamil, yang ternyata bukan anaknya, Karim memilih ikut ibu kandungnya ke kota meninggalkan Rosyid. Masalah kembali muncul saat ayah tiri Karim berusaha mendekatinya. Rosyid kemudian menyusul Karim dan malah masuk ke dalam jebakan Pak Arman. Keduanya berusaha meloloskan diri dibantu Ibu Karim namun sayang, Bang Rosyid tertembak dalam sebuah perkelahian.

“BANG ROSYID!” Teriakku.

Sadar telah memakan korban, buru-buru Pak Arman memanfaatkan situasi dengan menodongkan pistolnya ke arah Ibu. Melihat pistol di tangan suaminya, Ibu menjerit ketakutan.

“LEPASKAN SENJATANYA!” teriak seseorang.

Rupanya ada beberapa petugas polisi yang menerobos ke dalam rumah. Melihat petuga polisi yang menodongkan senjata padanya membuat Pak Arman bingung sesaat. Tapi rupanya dia makin kalap. Ketika dia hendak meletuskan pistolnya ke arah Ibu, Polisi itu lebih dulu menembak Pak Arman dan mengenai kakinya.

Pak Arman berteriak kesakitan namun dirinya masih penasaran hendak menembak Ibu. Akibat usahanya itu, Petugas Polisi tanpa ampun menembak kembali Pak Arman. Kali ini tepat pada dadanya hingga pria itu kemudian ambruk.

Ibu berteriak histeris sambil menendang-nendang kakinya di atas lantai. Begitu sadar Pak Arman tak lagi berkutik, aku segera menghambur ke arah Bang Rosyid. Di tengah hiruk-pikuk, aku memanggil-manggil nama Bang Rosyid yang pakaiannya berlumuran darah sambil menangis.

**** (more…)