Archive for August, 2014

Rosyid-ori-5(Terinspirasi film pinoy bertema gay)

Cerita sebelumnya: Rosyid yang tinggal sendiri setelah istrinya pergi menjadi TKI diam-diam disukai oleh Karim tetangganya yang baru duduk di kelas tiga SMA. Perasaan Karim bersambut. Rosyid bahkan telah mengambil keperjakaan Karim. Masalah muncul saat tiba-tiba istri Rosyid kembali ke Tanah Air…

JANGAN sms-an dulu ya rim?”

Begitu kalimat yang tertera pada layar ponselku. Itu adalah peringatan dari Bang Rosyid agar aku tak menghubunginya dulu. Kekhawatirannya dimulai sejak Kak Yus, istrinya yang bekerja sebagai TKI di luar negeri mendadak kembali tanpa pemberitahuan. Padahal aku sudah merasa bahwa Bang Rosyid sepenuhnya milikku. Tentu saja itu sebuah pemikiran yang bodoh. Bang Rosyid selamanya akan menjadi suami Kak Yus bila mereka tak berpisah. Kalaupun tak sekarang, suatu saat juga Kak Yus tetap akan kembali.

“Rim.. Karim.. sini keluar sebentar. Yus bawa oleh-oleh nih,” panggil Nenek dari ruang tamu.

Aku meletakkan ponselku di meja dan menarik kausku agar lebih rapi sebelum keluar kamar. Aku tidak terlalu dekat dengan Kak Yus. Dulu, sebelum dia pergi keluar negeri kami jarang bertegur sapa. Itu karena Kak Yus berasal dari kecamatan lain. Mungkin sesekali dia dan nenek mengobrol, tapi aku lebih tertarik memerhatikan Bang Rosyid daripada memedulikan istrinya.

Aku tiba di ruang tamu. Kak Yus sudah duduk dan sedang mengobrol sambil tertawa-tawa dengan nenek. Di atas meja ada kantung kertas tebal dengan tulisan bagus berwarna emas. Aku mengangguk pada Kak Yus sambil tersenyum. Aku menghampirinya lalu meraih tangannya dan menempelkan punggung tangannya pada dahiku. Kak Yus terlihat makin cantik. Mungkin di luar negeri dia rajin merawat diri. Rambutnya yang lewat sebahu tampak hitam mengilat. Kulitnya bersih dan mulus seperti sudah tersentuh perawatan mahal.

(more…)

Advertisements

HS-Ori-PartBHEART STATION
By: Abang Remy Linguini

Mungkin ada yang penasaran, novel Heart Station itu ceritanya apa ya? Penulis akan posting di sini, siapa tahu ada yang berminat buat beli novelnya. 😀

Previewnya di sini:
https://binanandthecity.wordpress.com/category/heart-station/

SUKA CERITANYA DAN BERMINAT UNTUK DIKOLEKSI? PENASARAN SAMPAI AKHIR?
Novelnya sampai 10 BAB, bisa dibeli via online di nulisbuku.com
Klik http://nulisbuku.com/books/view_book/1107/heart-station

BONUS PART: IQBAL DAN TAHUN BARU – B

Ada yang penasaran sama Iqbal? Ini bonusnya untuk pembaca. (Tidak ada dalam novel)

Saat pagi hari tanggal tiga puluh satu, aku memutuskan tidak datang ke Plaza Semanggi melainkan ikut dengan adikku dan rombongan pacarnya pergi jalan-jalan di sekitar Tugu Kujang dengan mobil minibus carry yang sudah agak butut. Kami berangkat selepas maghrib. untunglah, jalur ke arah puncak sudah ditutup sejak jam dua siang tadi, sehingga arus kendaraan di jalan tol menuju kota Bogor masih terbilang lancar. Malam itu cukup cerah walau tetap berawan, namun sepertinya tidak ada tanda-tanda akan turun hujan seperti malam sebelumnya. Daerah tugu belum terlalu ramai, oleh karena itu kami memutuskan untuk berjalan-jalan dulu di Botani Square Mall, mungkin menonton bioskop pertunjukan terakhir sehingga kita tidak menunggu terlalu lama menjelang detik-detik pergantian tahun. (more…)

HS-Bonus Part AHEART STATION
By: Abang Remy Linguini

Mungkin ada yang penasaran, novel Heart Station itu ceritanya apa ya? Penulis akan posting di sini, siapa tahu ada yang berminat buat beli novelnya. 😀

Previewnya di sini:
https://binanandthecity.wordpress.com/category/heart-station/

SUKA CERITANYA DAN BERMINAT UNTUK DIKOLEKSI? PENASARAN SAMPAI AKHIR?
Novelnya sampai 10 BAB, bisa dibeli via online di nulisbuku.com
Klik http://nulisbuku.com/books/view_book/1107/heart-station

BONUS PART: IQBAL DAN TAHUN BARU – A

Ada yang penasaran sama Iqbal? Ini bonusnya untuk pembaca. (Tidak ada dalam novel)

Mari aku ceritakan sedikit mengenai Iqbal dan keluarganya. Dilahirkan dengan nama M. Iqbal Ardiansyah pada tahun 1977, dia berayahkan orang Betawi dan ibu dari suku Sunda. Dibesarkan dalam keluarga yang cukup religius, Iqbal sudah terbiasa mendalami pelajaran agama sejak dia kanak-kanak, termasuk kegiatan seninya seperti Marawis yang dia ikuti saat kelas tiga Sekolah Dasar. Anak bungsu dari dua bersaudara ini dari kecil dikenal pendiam, serius, dan agak sinis. Orangtua dan kakak perempuannya yang lima tahun lebih tua pun tidak bisa berbuat apa-apa terhadap sikap Iqbal yang perkataannya terlampau lugas dan hampir tak pernah berbasa-basi kepada sanak keluarga yang lebih tua. Prestasinya di sekolah termasuk biasa saja walau tak pernah terlempar dari peringkat sepuluh besar setiap tahunnya. Tak pernah membuat masalah, tidak pernah juga memperoleh penghargaan atas prestasi di suatu bidang. Yang pasti, dia sangat menyukai sepak bola sejak kecil. Iqbal pernah bilang, dia dulu tak pernah sekalipun melewatkan setiap akhir pekannya tanpa bermain sepak bola sore hari. “Kecuali kalau hujan badai Rem!” ujarnya. Karena aktif bermain sepakbola itulah, Iqbal tumbuh sebagai pemuda yang tinggi dan atletis pada saat memasuki masa remaja. Hanya saja, kulitnya yang seharusnya putih, menjadi legam karena aktifitasnya itu. (more…)

Rosyid-ori-4(Terinspirasi film pinoy bertema gay Walang Kawala)

Cerita sebelumnya: Rosyid yang tinggal sendiri setelah istrinya pergi menjadi TKI diam-diam disukai oleh Karim tetangganya yang baru duduk di kelas tiga SMA. Karim berkesempatan mengoral penis Rosyid dua kali. Rasa suka Karim bertambah dan menyerahkan keperjakaannya kepada Rosyid. Akankah mereka bersama?

SUARA azan subuh membangunkanku yang tertidur di atas meja. Aku mengucek mataku beberapa saat untuk mengembalikan penglihatanku yang memburam. Kulihat layar laptopku sudah menghitam. Saat kugoyangkan tetikusnya hingga layarnya kembali aktif, aku kembali kecewa karena setelah menunggu dari tengah malam, istriku yang berjanji akan melakukan panggilan video online, lagi-lagi tidak menepati janjinya.

Aku menghela nafas. Belakangan ini memang istriku yang bekerja di luar negeri sudah jarang menghubungiku melalui sambungan internet. Macam-macam saja alasannya. Sambungan kurang bagus lah, tertidur, atau banyak pekerjaan. Awalnya aku memang kesal, karena semua ide ini untuk memasang perangkat komputer lengkap dengan penunjang sambungan internetnya berasal dari istriku. Akupun mengiyakan usulnya karena ingin hubunganku dengan istriku berjalan mulus walau terpisah oleh jarak. Tapi pagi ini? rasa kesalku berkurang karena kejadian semalam. (more…)

HS-5BHEART STATION
By: Abang Remy Linguini

Mungkin ada yang penasaran, novel Heart Station itu ceritanya apa ya? Penulis akan posting di sini, siapa tahu ada yang berminat buat beli novelnya. 😀

PART 5B – SANG PENGUNTIT

Aku sendiri heran, mengapa buih-buih soda minuman rootbeer yang melayang-layang pada gelas kaca yang berada didepanku itu menjadi sangat menarik untuk kuperhatikan. Mungkin karena aku masih belum berani menatap Iqbal lama-lama yang kini sedang duduk dihadapanku. Aku tidak sedang berselera makan, bahkan saat memesan di kasir beberapa saat yang lalu, aku lupa meminta mbak pelayan untuk menukar rootbeer dengan seven up kesukaanku.

Sebelum turun dari kereta Iqbal meminta waktu untuk berbicara dengannya. Barusan aku menelepon kantor dan bilang kalau aku akan datang agak telat pagi ini. Sudah lima menit lebih kami berdua diam. (more…)

Rosyid-ori-3(Terinspirasi film pinoy bertema gay Walang Kawala)

Cerita sebelumnya: Rosyid yang tinggal sendiri setelah istrinya pergi menjadi TKI diam-diam disukai oleh Karim tetangganya yang baru duduk di kelas tiga SMA. Karim berkesempatan mengoral penis Rosyid dua kali. Rasa suka Karim bertambah. Apakah Rosyid membalas perasaan Karim?

SEKARANG giliran aku yang menghindari Bang Rosyid sejak kejadian lalu. Aku menghentikan kebiasaanku nongkrong di teras rumah “menunggu” kedatangan Bang Rosyid setiap sore dan lebih suka bersembunyi di dalam kamar.

“Mangganya udah mateng, Syid? makasih ya? nanti Nenek kupasin buat Karim,” kata Nenek di luar yang suaranya sayup-sayup kudengar dari dalam kamar.

“Iya, Nek. Tumben si Karim enggak belajar lagi di luar? udah pintar?” kata Bang Rosyid.

“Enggak tahu tuh, belakangan si Karim kalau pulang sekolah langsung masuk kamar, jarang keluar…” kata Nenek.

“Oh, gitu ya, Nek? kalau gitu, Rosyid masuk dulu,” kata Bang Rosyid

Aku menenggelamkan wajahku ke bantal.

* (more…)

HS-5A

HEART STATION

By: Abang Remy Linguini

Mungkin ada yang penasaran, novel Heart Station itu ceritanya apa ya? Penulis akan posting di sini, siapa tahu ada yang berminat buat beli novelnya. 😀

 

PART 5A – SANG PENGUNTIT

Sudah dua minggu sejak Iqbal memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan denganku. selama dua minggu itu pula aku mengungsi tinggal di rumah orang tua, berangkat dan pulang kerja dari sana dengan menggunakan busway. Benar-benar minggu yang berat buat aku untuk menjalaninya.

Sekarang aku mau cerita tentang jadwal berangkatku yang baru. Karena aku tidak ingin bertemu Iqbal, mulai senin itu aku berangkat mengikuti jadwal kereta berikutnya yaitu jam tujuh lewat sebelas menit. Dua puluh menit lebih lambat dari jadwal aku dan Iqbal biasa berangkat. Mundurnya jadwal seperti ini tidak membuatku terlambat masuk kantor, cuma kalau biasanya aku agak santai dulu di kantor sebelum jam kerja tiba dan bisa keluar untuk memilih-milih sarapan, kini aku terpaksa membuat sarapan sendiri di rumah.

Pak RT pun agak keheranan melihat aku yang berangkat lebih siang. “Rem.. kok tumben? kesiangan?” tanyanya ketika melihatku mendorong motorku keluar dari rumah.

“Enggak pak RT! sengaja kok.. bosen kepagian terus..” Jawabku.

“Fauzi nanyain Remy tuh… saya jawab aja lagi ngungsi ke rumah babenya..”

“Oh… dia kapan pindah ke mari pak?”

“Katanya sih enggak jadi, rumahnya mau dikontrakin dulu barang satu atau dua tahun..”

Itu artinya Fauzi batal menjadi tetanggaku setidaknya untuk saat ini.

Aku pun kemudian berangkat menuju stasiun. Aku memastikan tiba di stasiun setelah Kereta yang biasa dinaiki Iqbal telah berangkat. Matahari pagi sudah mulai terasa menyengat. Aku lupa karena terbiasa berangkat di pagi hari yang dingin, aku selalu mengenakan sweater atau kardigan vest selain jaket yang rutin aku pakai. Besok-besok aku tidak perlu memakainya lagi! pikirku. (more…)