Archive for July, 2014

Husband_06Cerita sebelumnya: Dion, seorang pria berkeluarga, memutuskan untuk kembali berpetualang di dunia gay. Pria demi pria ditemui untuk melampiaskan nafsu homoseksualnya yang dia pendam selama berumah tangga. Apa mau dikata, pesona seorang pria bernama Angga membuatnya kembali bermain hati.

“YA TUHAN… goblok betul…” ujar Tony ketika aku menceritakan kejadian saat aku berada di luar kota dan bercinta dengan pria bernama Hazgil yang merupakan kenalannya.

“Ton! mulut elu tuh…” sahutku gusar.

“Diem..! elu emang goblok!” potong Tony.

Aku mengempaskan punggungku kembali ke sandaran kursi. Pasrah menerima hinaan Tony walau perasaanku bersusah payah meredam kemarahan.

Kemarahan Tony wajar. Dia tak habis pikir aku bisa salah menyebut nama orang setelah bercinta dengan Hazgil. Terlebih lagi, Tony menyayangkan sikapku yang tidak komit pada janji awalku yang tidak akan memakai perasaan dalam berhubungan dengan pria.

“Denger, ya! gue selalu bilang ke orang-orang supaya pakai otak sebelum bertindak. Tapi buat kasus elo, jangan pakai otak elo.. biarin kontol elo aja yang mikir!” semprot Tony.

Aku melotot memperingatkan Tony bahwa kita sedang berada di tempat umum. Tapi rupanya kemarahan Tony tak bisa membuatnya mengecilkan suaranya.

“Tapi gue enggak bisa ngilangin Angga dari otak gue!” aku mendesis marah.

“Jangan korbanin kehidupan keluarga elo yang udah nyaman itu, bro! have fun ya have fun ajalah… apalagi elo ngebahayain privasi elo demi cowok yang enggak jelas,” kata Tony.

Ucapan Tony yang meremehkan Angga membuatku bersusah payah menahan tanganku yang ingin meninju wajahnya.

“Lalu elo maunya gimana? pacaran sama dia? bukannya elo sendiri bilang enggak mau pacaran, hah? gimana cara bagi waktunya sama anak bini elo? udahlah.. udah bukan zamannya elo cinta-cintaan lagi kayak abege, bro..” sesal Tony.

(more…)

Advertisements