Archive for May, 2014

Husband-chap3Cerita sebelumnya: Setelah hidup setia menikah dan berkeluarga, Dion tak tahan untuk kembali berhubungan intim dengan sesama pria. Pria pertama bernama Fadli. Sayangnya, Fadli menjadi korban keganasan Dion di ranjang saat mereka bercinta. Kemudian Dion berhubungan dengan Angga. Pria muda pemilik kafe ini sanggup membuat Dion bercinta lebih lembut di ranjang. Apakah Dion akan menemukan pria baru?

TONY pernah menyarankan agar aku menginstall aplikasi gay-chat pada ponselku. Bukannya aku tak pernah mempertimbangkannya. Akan tetapi memasang aplikasi pada ponsel yang diam-diam sering diintip oleh istriku dan juga dipinjam anakku untuk bermain game itu sangat beresiko. Tapi suatu hari, ketika aku sendirian di rumah, aku tergoda untuk memasang salah satu aplikasi yang dahulu saat aku belum menikah tidaklah sepopuler sekarang.

Berbeda dengan situs underground gay yang saat sempat populer, bertatap muka dan berkenalan dengan sesama penyuka pria kini sangat mudah. Kau tinggal mendaftar di aplikasi, memasang foto, dan bisa mendeteksi orang-orang yang berminat sama denganmu di dalam satu area. Semakin oke dirimu, entah itu wajah atau tubuh, semakin besarlah kesempatanmu mendapatkan teman kencan. (more…)

Husband-chap2Cerita sebelumnya: Setelah menjalani pernikahan dan berkeluarga selama lima tahun dan tak lagi berhubungan dengan pria seperti yang dia lakukan sebelum menikah, Dion memutuskan untuk mengikuti keinginan terpendamnya untuk bercinta dengan seorang pria. Sayang, karena terlalu bersemangat, Dion secara sadis berhubungan intim dengan pria bayaran. Siapakah korban Dion berikutnya?

“KOPINYA Mas,” kata seorang pemuda sambil meletakkan secangkir kopi hitam di atas meja. Dia mengenakan kaus polo hitam bersematkan pin bertuliskan Angga di dadanya.

Aku yang sedang asyik menggunakan tablet, mengalihkan pandanganku dari layar tablet dan mengucapkan terima kasih. Angga mengangguk sambil tersenyum.

“Duduk sini dulu, Ga!” kataku sambil menyuruhnya duduk di depanku.

Siang itu aku sedang istirahat untuk makan di sebuah kafe. Angga adalah salah satu dari beberapa anak muda yang memiliki kafe non-waralaba ini. Letaknya cukup jauh dari kantorku, namun karena makanannya enak dan suasananya nyaman, aku masukkan kafe ini ke daftar tempat yang wajib kukunjungi seminggu sekali untuk makan siang.

“Minta ditemenin kena extra-charge lho, Mas!” kata Angga. Sambil tertawa dia mengambil sebatang rokok putih dan menyalakannya.

Aku menghirup pelan-pelan kopi yang disuguhkan Angga. “Kamu memang paling tahu takaran pas kopi hitam buat saya,” pujiku.

Angga terkekeh. “Biasanya sih memang saya yang bikin, Mas! tapi hari ini enggak. Jadi ngegombalnya ketahuan deh,” katanya.

Aku terbahak. (more…)

Husband-chap1REALISTIS saja. Aku memilih untuk menikah dan meninggalkan dunia gay karena keinginanku. Apalagi istriku cantik dan bisa memuaskanku di ranjang. Setelah memutuskan menikah, aku tak lagi berhubungan dengan pria. Baik itu berpacaran resmi, ataupun hanya sekedar berhubungan intim. Lima tahun berlalu. Aku dikaruniai seorang anak perempuan yang lucu. Selama lima tahun menikah itupun aku ‘bersih’ dari hubungan sesama pria. Sulit, namun aku berusaha sekuat tenaga menahan diri.

Banyak godaan? tentu saja. Aku sengaja tak menceburkan diri menjelajahi sisi kaum gay baik dari aplikasi chatting maupun sosial media khusus kaum homoseksual. Walaupun demikian, godaan itu selalu ada. Mulai dari yang mengajak kenalan di tempat fitness, atau malah rekan sekantorku yang coba-coba menggoda. Karir yang bagus, rumah tangga solid, dan kehidupan yang nyaman rasanya tak rela kukorbankan bila harus bermain api kembali dengan berselingkuh. (more…)

Emperor_gunting-TamatCerita sebelumnya: Dongxian (18 tahun) diangkat menjadi selir pria utama Kaisar Ai. Walaupun menjadi milik Kaisar, hatinya telah tertambat pada Ajudan Zheng, panglima kerajaan yang menjadi mentornya. Setelah diangkat menjadi bangsawan, Kaisar malah mengetahui perselingkuhan Dongxian dengan Ajudan Zheng. Merekapun dipaksa untuk berpisah. Bagaimanakah nasib Dongxian dan Ajudan Zheng?

(PART 1)

SEPERTI seorang pesakitan, aku merasa aksesku di istana Weiyang mulai dibatasi. Mungkin juga karena aku akan segera dipindahkan ke Gao’an bersama ribuan pasukanku hingga keberadaanku di istana hanyalah tinggal menghitung hari. Hari demi hari staf istana dan para pelayan dikurangi. Melihat kondisiku yang kurang menguntungkan, aku memutuskan untuk memulangkan ibu dan adikku kembali ke Yunyang. Ibuku memang tak kuberitahu mengenai skandal yang terjadi antara aku dan Ajudan Zheng. Bila kukatakan yang sebenarnya, mungkin ibuku akan langsung meninggal meratapi kebodohan anaknya yang berselingkuh dari Kaisar. Tapi aku tahu, ibuku bukanlah wanita bodoh. Kurasa dia sudah tahu semuanya yang terjadi denganku dalam istana ini, namun ibuku memilih bersikap tenang. (more…)