PERJAKA YANG TERKOYAK – 6

Posted: March 2, 2014 in Perjaka Yang Terkoyak 1-7 (Tamat)

1620607_1381021775498102_100211891_nAKU seperti baru saja terbangun dari tidur yang maha panjang. Rasanya baru kudengar teriakanku sendiri. AKu mengatur nafas. Mataku menatap langit-langit kamar yang terasa asing, dingin, dan lembab. Aku mencoba mengidentifikasi keberadaanku. Astaga! aku baru ingat. Aku baru saja disetubuhi oleh Kang Ibra dan kembarannya yang merupakan jelmaan mahluk gaib berwujud hitam besar dan berbulu. Dan.. mahluk itu mengoyak perutku.

Aku langsung memeriksa perutku sendiri dengan kedua tanganku. Kusibakkan kausku namun tak ada tanda-tanda luka sedikitpun pada perut yang telah dikoyak oleh tangan mahluk itu dengan kuku-kukunya yang tajam. Aku meringis ketakutan mencoba meyakinkan diriku baik-baik saja. Kuperiksa pergelangan tanganku. Masih ada luka akibat diikat oleh Kang Ibra di ranjang, namun tampaknya luka tersebut sudah diobati. Baru aku sadar. Aku berada di sebuah kamar yang tak kukenali. Ruangan itu lebih besar dari kamarku di rumah Teh Lina dan Kang Ibra. Langit-langitnya lebih tinggi dengan dinding kusam yang menandakan bahwa kamar tersebut berada dalam bangunan yang sudah tua.

Aku berada di sebuah ranjang, berselimut kain tebal dan lusuh. Tapi udara di kamar itu terasa panas dan lembab. Penerangan satu-satunya berasal dari sebuah lampu pijar berdebu yang tak begitu terang. Sebuah jendela tertutup rapat sehingga aku tak tahu apakah saat itu malam ataukah siang hari. Sebuah pintu besar bercat hijau tua berada di tengah dinding kamar.

Karena aku merasa kepanasan, kusibak selimut yang menutupi bagian bawah tubuhku. Betapa terkejutnya saat aku melihat kakiku terikat pada seutas rantai yang menjuntai hingga melekat pada sebuah pasak besar yang menempel di dinding. Pergelangan kakiku terkunci oleh semacam borgol yang melingkar dan terhubung dengan rantai itu.

Aku menarik kakiku dan mencoba melepaskan borgol itu namun sia-sia. Aku berteriak meminta tolong sekeras-kerasnya.

“Toloooooooooooong!! Toloooooooooong!!!”

Sunyi tak ada jawaban. Tak lama suara bergemeretak keras terdengar dari arah pintu. Aku beringsut waspada. Mencari tahu siapa yang membuka pintu itu. Rupanya Kang Ibra. Aku semakin beringsut ketakutan karena aku tak mempercayai orang ini lagi. Jelas-jelas dia bersekutu dengan sosok menakutkan mahluk gaib dan menyetubuhiku berkali-kali. Tapi aku memberanikan diri untuk bertanya padanya.

“Kang! di mana ini teh? kenapa saya dirantai begini?” tanyaku.

Kang Ibra mendesah. Dia tak menjawab pertanyaanku melainkan mendekat ke arahku.

“Maafin akang, Sep. Tapi akang terpaksa… padahal akang sayang sama Asep..” kata Kang Ibra dengan suara mengiba mencoba mengelus wajahku.

“Bohong!” aku menepis tangan Kang Ibra dengan kasar.

“Akang udah bersekutu sama setan! akang iblis! JAHANAM!!” raungku marah.

PLAK! Sebuah tamparan keras tangan Kang Ibra menghantam pipiku.

“Iya! akang udah bersekutu sama setan… akang enggak ada pilihan lain selain ngorbanin kamu jadi tumbal..” geram Kang Ibra sambil melotot dan mencengkeram tanganku.

“Akang enggak akan lolos! Teh Lina pasti curiga! dia pasti cari saya!” Aku meronta-ronta sambil berteriak. Tanganku bergerak liar mencoba memukul Kang Ibra. Namun tenaga pria kekar itu lebih kuat. Dengan sekali hantam, tinjunya mengenai wajahku lagi sehingga aku terkapar lemah.

“Akang harus sekali lagi ngewe kamu, Sep. Jangan ngelawan…” Ujar Kang Ibra dingin. Kemudian dia membuka kemejanya dan melepas celananya hingga telanjang bulat.

Aku yang sudah lemah dan pening, dengan sisa tenaga yang ada berusaha menjauhi kang Ibra yang naik ke atas ranjang dan mencoba meraihku.

“Jangan kang… Jangan.. Asep enggak mau lagi..” isakku saat Kang Ibra berhasil mendekapku.

Kang Ibra tak memedulikan rengekanku. Dia kemudian mulai menciumi wajahku dengan buas dan beringas. Kang Ibra memelukku dari belakang dan dengan kasar dia melepas kausku yang basah oleh keringat dingin. Aku mencoba menahan saat Kang Ibra meraih celanaku dan berusaha untuk membukanya. Tapi Kang Ibra lebih cekatan, dia berhasil melepas kaitan celanaku dan menurunkannya hingga sebatas lutut sehingga pantatku terlihat.

Tangan Kang Ibra mengunci leherku seolah sedang mencekikku. Aku terbatuk-batuk dan sesaat aku merasa ajalku sudah tiba karena Kang Ibra seperti berusaha sedang membunuhku.

“Kang…” aku memekik tertahan.

Kang Ibra kemudian terus meraba tubuhku. Nafasnya tak beraturan. Dia lalu memaksa anusku yang belum siap untuk persetubuhan itu untuk menerima kontolnya masuk ke dalamnya.

Aku berteriak kesakitan. Rasa pedih luar biasa kurasakan pada anusku saat Kang Ibra memasukkan kontolnya yang tanpa pelumas apapun ke dalam anusku yang sedang tak terangsang.

“Ampun kaang.. ampuun…” jeritku.

“Hhh.. hhh.. hhh… ssshh.. sshh…” Kang Ibra seperti kesetanan. Dia tak memedulikan rasa sakitku dan terus menggenjot kontolnya ke dalam pantatku.

“AAAAAAAAAKK.. UDAH KANG! UDAAH!! AMPUUUN!” teriakku memelas. Tubuhku mengejan menahan rasa sakit.

Kang Ibra makin brutal. Dia membalik badanku dan memaksaku untuk menungging. Dengan ganas dia berdiri dan merojok anusku dari belakang berkali-kali sambil memegangi kepalaku agar aku tak bisa melawan.

“Ahh.. ah.. ah….!” erang Kang Ibra sambil terus menyetubuhi diriku tanpa belas kasihan.

“Ooooo… aaahh!! AAAAAAAAAH!!” erang kang Ibra saat dia akhirnya berhasil mencapai orgasme dan kembali membuahi anusku dengan spermanya.

Aku terkulai lemas. Kudengar Kang Ibra tertawa puas mengerikan.

“Akhirnya…. akhirnya…! semua terlaksana…” sahutnya seolah sedang berbicara dengan seseorang.

“Sep…. keinginan akang terkabul…” ujarnya seperti orang tidak waras. Dia kemudian menatap perutku dan meraba dengan tangannya.

“Di dalam perut kamu sudah jadi Sep..” kata Kang Ibra.

“A..apa?? apa maksud akang?” tanyaku tak mengerti. Aku merasakan tangan Kang Ibra menekan perutku. Beberapa lama kemudian kang Ibra mengangkat telapak tangannya dan aku mulai merasakan sesuatu bergerak-gerak dalam perutku.

“Hah…?? kenapa ini??” ujarku ngeri. Aku bergidik melihat ada sebuah mahluk hidup bergerak-gerak di dalam perutku sehingga membuat kulit perutku berkerut-kerut karena mahluk di dalamnya seperti berusaha hendak keluar.

“KAAAAANG!! apa ini???!! apaaaaaa??? keluarin kang! keluarin!” aku meraung histeris. Aku tak berani menyentuh perutku sendiri karena jijik dengan mahluk yang terus menggeliat di dalamnya.

“Tenang Sep.. tenang.. nanti kalau sudah mau keluar, dia pasti keluar…” Kata Kang Ibra sambil kembali berpakaian.

“Hiiiiiy….”

Aku gemetar ketakutan. Ingin rasanya mencabik perutku sendiri dan mengeluarkan mahluk di dalamnya, namun tentu saja itu tak mungkin.

Dalam keputusasaan aku melihat sebuah rantai kunci menggantung di saku belakang celana Kang Ibra. Dengan sekuat tenaga aku menendang Kang Ibra yang sedang lengah hingga dia terhuyung dan kepalanya membentur tembok. Kang Ibra tak sadarkan diri. Aku meraih celananya dan mengambil kunci itu lalu berusaha membuka borgol pada pergelangan kakiku. Cocok! borgol itu terbuka. Dengan tubuh yang masih lemas aku turun dari atas ranjang berusaha untuk keluar sebelum Kang Ibra sadar kembali.

“AAAAAAKKHH!” aku memekik kesakitan saat mahluk dalam perutku seperti sedang mencabik organ dalam tubuhku hingga aku terpaksa menghentikan langkahku dan berlutut sesaat.

Aku mengatur nafas dan dengan terhuyung-huyung aku meraih gagang pintu kamar dan berusah keluar dari tempat itu.

Betapa kagetnya saat aku merangkak menuju pintu utama rumah tua yang gelap itu, di hadapanku sudah berdiri Teh Lina.

“Teh..! TETEH!!”

Aku menangis lega. Dan dalam keputus-asaan aku merintih meminta bantuan darinya.

“Tolongin Asep Teh.. Kang Ibra jahat.. Kang Ibra piara setan, teh…” ujarku sambil memeluk pinggang Teh Lina.

Aneh. Teh lina tidak bergerak. Dia malah menatapku aneh. Diangkatnya tangan yang sedari tadi dia sembunyikan di balik punggung. Teh Lina rupanya memegang sesuatu di genggamannya. Dan dengan sekali ayun, dia menghantamkan benda itu tepat pada tengkukku hingga aku terkapar. Perlahan mataku mulai gelap. Sebelum aku benar-benar pingsan, kurasakan seseorang menarik kakiku kembali ke kamar…

***

Advertisements
Comments
  1. mahesa says:

    smakin penasaran dgn critanya……salut aq bro…

  2. ilyas says:

    Ceritanya jadi campur horror gini, kurang seru .. -_- ”
    Ujung-ujungnya mahluk astral bermunculan, -_-“

  3. Andre says:

    aku tau, lina dan ibra sekongkol karena mereka pengen punya anak, dan kerjasama sama setan untuk dapetinnya (spoiler)
    btw lumayan

  4. Bastian Kirai says:

    Lah kok cm segini

  5. Andde Andde Lummut Komentator Abal2 dan Bowo juga Dufei Komentator Ecek2 says:

    Teh Lina.. Mereka menumbalkan Asep/ Deny untuk pesugihan. Yg keluar dari perut Asep= Bayi Tuyul…

  6. arif says:

    yah.. telat..

  7. hud hsb says:

    Lanjut min, penasaran

    #loh ada bowo, perasaan pernah ketemu di blog tetangga :s

  8. teh lina?
    *emot kaget

  9. KayKeyi says:

    Udah gini mungkin nantinya pak RT yg menyelamatkan si Asep :p

    Ngeri ah aku oAo
    *genderuwo genderuwo everywhere

    Bersyukur aku bukan Asep xD

  10. Ana karina says:

    KYAAAAAAA YAOI…. #jingkrak2gaje

    kereeennn uwowowow…. baru kali ini aku baca cerita yaoi selain anime XD

    tapi kasian atuh siAsep masa di rape gendurwo, mana teh lina gak nolongin lagi, mau-maunya kang ibra berbagi ma setan, enakan diembat sendiri hahahaha…

    asep? kaya nama temenku jadi ngebayangin yang lagi di rape tuh temenku dech hehehe…

    Asep tabahkan hati mu, aku akan menolong mu dan memasangkanmu dengan pria lain yang setia ma kamu #nglindur_apa_coba

    oke siapa pun yang bikin ini cepet lanjut.

  11. hud hsb says:

    :s min, lanjutan nya donk!!!

  12. Rifqi says:

    Hiksu… hiksu… meni karunnya si asep nu kasep….

  13. Rickyjoe says:

    min buruan di lanjutin,,
    ud ga sabar… trus cerita yg lain buruan dirilis min

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s