Archive for March, 2014

Emperor_gunting3Cerita sebelumnya: Dongxian (17 tahun) dari desa Yunyang terpilih menjadi selir Kaisar oleh utusan bernama Kasim Li. Dalam perjalanan menuju istana, Dongxian mengenal ajudan Zheng yang tampan dan ‘mengajarinya’ petunjuk yang akan dilakukan kaisar saat malam pertama mereka nanti. Apakah yang akan dialami Dongxian di istana kelak?

SEORANG pelayan penginapan memanggilku keluar untuk makan malam bersama. Saat itu aku sudah berpakaian rapi setelah selesai mandi. Aku mengikuti pelayan muda itu menuju sebuah ruangan. Ternyata Kasim Li serta Ajudan Wang dan Ajudan Zheng sudah berada di dalam dan telah makan lebih dulu. Ajudan Wang makan dengan lahap seolah tak memedulikan orang lain di ruangan itu. Kasim Li makan dengan sangat anggun, mungkin sesuai dengan etiket dan protokoler istana yang serba kaku.

“Selamat malam, tuan-tuan,” sapaku sambil sedikit membungkuk.

Kasim Li memberikan isyarat agar aku duduk di depannya. Pelayan menuangkan teh panas pada cangkir di depanku. Aku melirik Ajudan Zheng. Dia telah berganti pakaian seperti yang lain dan makan dengan tenang tanpa mau melihatku sama sekali.

(more…)

Advertisements

Emperor_gunting1NAMAKU Dongxian. Aku beruntung bisa hidup saat masa kejayaan Dinasti Han sekarang ini. Apalagi masa peperangan maha panjang sudah lewat dan menyisakan masa-masa damai dalam pemerintahan Kaisar Ai. Seluruh rakyat merasakan kesejahteraan, walaupun kami keluarga petani miskin, namun bantuan pemerintahan kekaisaran, serta pajak yang tidak mencekik membuat kami hidup tenteram.

Dalam tradisi bangsa kami, wajar jika seorang kaisar memilik banyak selir, apalagi dengan kekuasaan yang sangat luas di masa kejayaannya. Kudengar kaisar Ai sudah memiliki ribuan selir wanita. Entah apa yang beliau lakukan dengan wanita sebanyak itu, aku sendiri bingung. Yang pasti, jika seorang wanita diambil untuk menjadi selir, maka wanita tersebut hampir pasti tidak akan kembali lagi pada keluarganya. Imbalannya, keluarga si wanita akan mendapatkan harta yang sangat banyak dari kaisar.

Sebenarnya ada satu hal lagi. Baru kali ini kaisar juga mencari pria untuk diboyong ke istana. Bukan.. bukan untuk menjadi kasim atau pelayan atau tentara kekaisaran. Kabarnya, kaisar juga menginginkan selir pria. Sama halnya dengan selir wanita, keluarga pria yang terpilih juga mendapat imbalan harta yang sangat banyak. Bedanya, jika pria yang dipilih sudah diboyong ke istana, biasanya mereka akan kembali ke rumah. Entahlah, mungkin seorang pria dianggap lebih cocok kembali ke masyarakat untuk bekerja, menjadi tentara, atau menjadi pelajar, hingga menjadikan mereka selir dengan mengurung di istana adalah perbuatan yang sia-sia.

(more…)

Bangzaky4ABDUL menyerahkan selembar kertas berisi wajah orang yang diduga sebagai pelaku penguras rekening bank memakai ATM palsu. Gambarnya tidak terlalu terang memang. Tapi wajah yang tercetak cukup bisa untuk memberikan ciri-ciri spesifik bila bertemu dengan orang yang dicurigai sebagai pelaku.

“Sudah ada tiga laporan. Semua rekening yang dikuras diambil di ATM mall ini. Ini tandanya kemungkinan ada orang dalam mall atau pekerja yang terlibat. Mungkin juga karena pengawasan kita di anjungan ATM kurang karena areanya gelap, dan tidak buka 24 jam, sehingga pelaku leluasa menguras isi ATM saat keadaan sudah sepi,” kata Pak Hario, pimpinan satuan kami saat kami memberikan briefing harian dan menyebarkan kertas bergambar wajah itu.

“Jadi, ada kemungkinan pelaku akan beraksi kembali. Tolong kerjasamanya untuk lebih ketat mengawasi pengunjung terutama orang yang memiliki ciri-ciri fisik tersebut. Demikian,” pungkas Pak Hario.

Kamipun bubar barisan.

“Semoga kita bisa nangkap orangnya, bro. Geregetan gue..” kata Abdul.

Aku mengangguk.

*** (more…)

Bangzaky3Cerita Sebelumnya: Zaky, seorang satpam yang bertugas di mall berkenalan dengan Fendi, pemuda 19 tahun karyawan sebuah toko. Zaky yang kesepian karena jauh dari istri dan anaknya, memanfaatkan Fendi untuk memuaskan syahwatnya. Sementara itu, karena sesuatu hal, kasus rekening orang yang terkuras di ATM mall membuat Zaky mencurigai Fendi.

KALAU saja kasus yang terjadi di mall ini adalah bobolnya ATM secara paksa, pastilah seluruh orang yang bertugas sebagai keamanan di gedung ini akan diperiksa satu persatu atau bahkan dipersalahkan karena kelalaian. Masalahnya, kasus tersebut adalah pembobolan rekening pribadi perorangan dengan teknik penggandaan kartu ATM. Dan pelaku bisa saja berbuat hal itu saat ramai hingga tidak mencurigakan. Itulah sebabnya, satuan keamanan hanya diperingatkan untuk lebih waspada sampai hasil rekaman dari CCTV keluar.

“Kenapa lu sepanjang briefing tadi ngelamun?” tanya Abdul sambil menepuk bahuku.

“Ah, masa sih?” kataku menyangkal.

“Iya. Apa ada orang yang elu curigain, bro?” selidik Abdul.

Aku menggeleng. “Enggak.. enggak.. cuma mikir aja. Lihay betul penjahatnya nyamar jadi pengunjung pura-pura ambil uang di ATM..”

Walaupun aku berkata demikian, tetap saja pikiranku tak bisa lepas dari bayangan Fendi. (more…)

bangzaki-2SEJAK kejadian malam itu, saat aku memaksa Fendi mengoral kontolku di toilet, aku jadi sering melamun. Entah kulakukan secara naluri atau tidak, aku seperti mencoba menjauh dari pemuda itu sehingga sulit sekali bertemu dengannya. Padahal aku sering melewati butik tas tempat dia bekerja, namun saat aku mencoba mencarinya, sosok Fendi tak pernah kulihat. Mungkin juga dia yang menjauhiku setelah trauma dengan kejadian malam itu. Trauma? tapi anak itu bilang terima kasih! terima kasih karena sudah kupaksa menelan pejuh? yang benar saja! pasti dia cuma basa-basi. Aku langsung membayangkan Fendi yang keluar dari toilet langsung berlari sambil menangis tersedu-sedu.

“Bro…? bro… dumbelnya dipake nggak?” pertanyaan Abdul membuyarkan lamunanku.

“Oh? eh? enggak. Gue udah selesai,” jawabku sambil bangkit dan mengusap keringatku dengan handuk. (more…)

BangZakyKATA Orang, tinggal di Jakarta itu susah. Apalagi buat orang yang pendidikannya pas-pasan, atau modal uangnya tidak cukup. Seperti aku ini. Terpaksa meninggalkan istri dan anak yang masih balita demi menjalani profesi baru sebagai petugas keamanan di sebuah perusahaan penyalur tenaga keamanan (outsourcing). Gajinya memang lumayan, tapi belum cukup banyak untuk bisa kutabung dan menyewa kontrakan yang lebih layak agar anak dan istriku bisa dekat bersamaku di sini.

Untunglah, aku bisa sedikit berhemat. Selain menyediakan mess yang cukup layak ditinggali (setiap orang mendapat satu kamar), untuk urusan menjaga kebugaran juga sudah disediakan oleh perusahaan sasana gym dan jadwal futsal rutin atau badminton setiap minggunya. (more…)

Perjaka-7Cerita sebelumnya: Deni, yang biasa dipanggil Asep, diajak tinggal di rumah Teh Lina, kakak sepupunya. Asep harus menghadapi keanehan Kang Ibra, suami dari kakak sepupunya yang seringkali mengajaknya bersetubuh. Tak disangka, Kang Ibra rupanya bersekongkol dengan mahluk gaib yang menyamar menjadi dirinya dan ikut menikmati tubuh Asep. Asep yang terlambat menyadari hal itu keburu disekap oleh Kang Ibra di sebuah rumah tua. Asep yang mencoba melarikan diri, justru dihalangi oleh Teh Lina sendiri.

“BANGUN! Ayo bangun!” hardik sebuah suara perempuan yang kukenali sebagai suara Teh Lina.

BYURR! aku megap-megap kesulitan bernafas saat wajahku mendadak tersiram oleh air dingin. Saat aku benar-benar telah siuman, aku bisa melihat jelas Teh Lina sudah berada di dekatku. Rambut panjangnya yang biasa terikat rapi kini terurai berantakan. Kurasakan ada sakit menyengat pada daerah tengkuk hingga aku sadar bahwa itulah penyebabku tak sadarkan diri. Saat aku mencoba bergerak, aku baru sadar jika kedua tangan dan kakiku terikat pada sebuah dipan kayu keras dan lembab. Aku mencoba menarik lenganku (more…)