Archive for January, 2014

Luwuk-99Cerita Sebelumnya: Setelah Putra dikecewakan oleh Dewo, sahabat baik yang diam-diam dicintai olehnya, Putra menerima tawaran Nemanja, pria asing yang baru saja dikenalnya di kota Palu, untuk menemaninya ke kota Luwuk. Dewo yang menyesal berusaha mengejar Putra namun terlambat. Akankah Dewo menyusul Putra? sementara itu Nemanja tampaknya tak akan menyia-nyiakan kesempatan romantis bersama Putra di kota yang indah itu.

PESAWAT akan segera mendarat di Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amin di Luwuk sebentar lagi. Baik Putra maupun Nemanja keduanya sudah menegakkan sandaran kursinya kembali. Nemanja tertawa kecil saat Putra mengambil biskuit Oreo kemasan mini miliknya dan milik Nemanja serta memasukkannya ke dalam tas.

“You’ll find plenty of that kalau kita sampai..” kata Nemanja sambil terkekeh.

“Ah, enggak kok.. saya memang suka simpan makanan dari pesawat kalau memang enggak termakan,” sahut Putra malu.

Putra memang agak aneh dengan maskapai penerbangan lokal ini. Waktu tempuh ke Luwuk memang tidak terlalu lama, tetapi mereka tetap memberikan komplimen berupa air mineral, roti kecil, dan sebungkus Oreo mini. Dan Oreo yang tidak sempat dimakan oleh Nemanja dan dirinya, dia simpan baik-baik ke dalam tas. (more…)

Luwuk-8Cerita sebelumnya: Putra bersahabat dengan Dewo cukup lama. Diam-diam Putra mencintai sahabatnya sendiri namun tak berani mengutarakan perasaannya hingga dia memilih mundur. Suatu hari, Dewo mengajak Putra menemaninya ke Palu untuk mengejar pria idaman Dewo yang bernama James. Dalam perjalanan, seorang pria asing bernama Nemanja jatuh hati pada Putra. Sayangnya, Dewo menjebak Putra dalam permainan James yang melibatkan mereka pada permainan bertiga. Putra yang menolak, memilih meninggalkan Dewo.

AIR MATA Putra yang meleleh membuat Nemanja menghentikan cumbuannya.

“Maaf.. saya enggak bisa,” kata Nemanja sambil bangkit dari ranjang.

“Why?”

“Saya enggak bisa melakukan ini sementara dalam bayangan kamu, you are with someone else…” jelas Nemanja.

Putra mengusap airmatanya. Dia merasa bersalah karena memang itulah yang dia lakukan: memanfaatkan Nemanja untuk menghibur sisi hatinya yang kosong, yang terluka karena perlakuan Dewo padanya.

“Maaf.. kalau begitu saya pergi saja…” kata Putra sambil ikut bangkit hendak mengambil kopernya.

“No..no..no… tinggal di sini. Please!” larang Nemanja.

“Besok saya mau pulang ke Jakarta.” kata Putra. (more…)

1484725_191977011006754_22082003_nCerita Sebelumnya: Bhayu akhirnya berhasil lolos dari pemerasan yang dilakukan Herlan dengan bantuan Harrel. Tanpa mereka sangka, Herlan melakukan aksi bunuh diri di depan mereka dan putrinya sendiri. Bagaimana akhir kisah Kartu Memori ini?

PAGI itu baru saja Bima selesai berpakaian dan mengenakan jaketnya. Mulai hari ini perwira polisi itu bertugas sebagai reserse di bagian kriminal setelah pendidikannya dinyatakan lulus.

Dari tadi dia sudah memerhatikan Tika istrinya yang sedang mengobrol di telepon dengan Findra sepupunya. Bima masih teringat perselingkuhannya dengan pemuda itu saat dia bertugas di kota yang sama dengan Findra.

“Mas.. Mas Bima..” panggilan Tika membuyarkan lamunan Bima.

“Ya?” ujar Bima gelagapan.

“Findra mau bicara nih… aku lihat Kenzo dulu ya.. kayaknya popoknya harus diganti,” ujar Tika sambil menyerahkan telepon pada suaminya.

“Halo?” sapa Bima.

“Halo mas Bima.. apa kabar?” sahut Findra riang. Tidak biasanya nada bicara anak itu terdengar senang. Biasanya pelan dan malu-malu, pikir Bima. (more…)

969965_343101092482758_2046408574_nCerita Sebelumnya: Herlan, diam-diam menyukai Bhayu, pacar anak gadisnya sendiri yang masih SMA. Setelah berhasil memeras Bhayu dan memaksanya melakukan seks oral, Apakah Herlan akan bertindak semakin jauh? Sementara itu, Bhayu yang tertekan meminta tolong Harrel, teman sekelasnya yang diam-diam jatuh cinta padanya. Apakah mereka berdua bisa menghadapi ancaman Herlan?

HERLAN menggosok-gosok dagunya yang sudah mulai ditumbuhi rambut. Biasanya dia tak pernah lupa mencukur wajahnya dua hari sekali. Tampaknya dia sekarang sering mengabaikan ritual sederhana sekalipun yang bisa dia lakukan. Herlan menatap pantulan wajahnya pada cermin. Sejak dia berhasil memaksa Bhayu memuaskan hasrat seksualnya, obsesinya pada remaja itu belum juga pudar.

Di satu sisi, dia merasa gembira bukan main. Ada kenikmatan lain selain birahi yang terpuaskan. Entah mengapa, melihat anak itu lemah, tak berdaya dalam dominasinya menimbulkan sensasi lain yang tak kalah nikmat dalam otaknya. Herlan menyeringai. Dia sadar, dirinya telah bertransformasi menjadi sesosok monster menakutkan. Monster yang harus ditakuti oleh Bhayu jika dia mau selamat. (more…)

1486884_180485388825350_456160343_n bertahun-tahun setiap musim kemarau tiba, daerahku mengalami kekeringan. Sebenarnya ada sebuah sumber air dari mata air yang melimpah, namun jarak dari desaku menuju sumber air itu cukup jauh dan terjal. Seandainya saja ada saluran air yang bisa mengalirkan air dari mata air itu menuju pesawahan dan perkebunan kami, setiap musim kemarau petani di desaku tidak akan mengalami gagal panen.

Syukurlah, minggu itu datang puluhan anggota TNI AD yang akan membantu warga desa membuat saluran air dari mata air menuju desa kami. Wah, ternyata banyak yang gagah dan tampan juga para personel tentara itu. Karena aku adalah anak kepala desa dan sudah remaja, aku ikut ambil bagian dalam kerja bakti membangun saluran air tersebut.

Ada satu tentara yang mencuri perhatianku. Dibandingkan dengan yang lain, tubuh tentara itu paling besar dan paling kekar. Sepertinya dia sendiri sadar akan hal itu dan dengan bangga menunjukkannya dengan cara melepas kausnya saat bekerja, padahal matahari bersinar terik pagi itu. (more…)

399670_351758971507797_100000210921560_1692949_1968733551_nCerita sebelumnya: Harrel, siswa SMA yang biasa dibully oleh Bhayu teman sekelasnya, berhasil mengakrabkan diri dengan si tampan jago basket itu. Tapi mendadak Bhayu berubah sikap dan lebih kejam padanya, terutama sejak kandasnya hubungan Bhayu dengan kekasihnya, Imel. Puncaknya adalah saat Bhayu memukuli Harrel hingga keduanya dihukum.

SUDAH hampir seminggu Bhayu tidak masuk kelas. Terakhir aku melihatnya saat kami berdua sama-sama dihukum di lapangan. Aku benar-benar tak tahu penyebab perubahan sikap Bhayu belakangan ini. Padahal Bhayu sempat mencium bibirku dan itu tak akan pernah bisa kulupakan.

Aku mencoba mencari tahu dari pembicaraan dua dayangnya: Hanif dan Diaz, tapi nampaknya merekapun tak tahu alasan Bhayu tak menampakkan diri di sekolah. Bagaimana dengan Imel? mantan kekasih Bhayu itu memang masih tampak terguncang dan kadang bertingkah seperti ratu drama yang sedang galau dan berkali-kali harus selalu dihibur oleh teman-teman dekatnya. Rasanya lebih tidak mungkin lagi mengetahui kondisi Bhayu dari Imel. Ingin rasanya menelepon HP Bhayu dan menanyakan kabarnya. Tapi sejak peristiwa Bhayu memukuliku, menanyakan kabar melalui pesan SMS/chat saja aku segan.

Hari ketujuh Bhayu absen, aku melihat sosok cantik dan jangkung yang kukenali berjalan di koridor sekolah: Mama Bhayu. Sekilas dia melihat ke arahku dan tersenyum. Aku mengangguk dan balas tersenyum padanya. Perasaanku timbul, sepertinya ini cuma masalah waktu sebelum aku ikut dipanggil ke ruang guru BP.

Benar saja, saat istirahat aku dipanggil ke ruangan guru BP. Sebenarnya aku malas melihat guru galak berkumis tebal itu, tapi rupanya Mama Bhayu pun ada di dalam kantor dan sedang duduk di hadapan pak guru.

“Duduk!” perintah guru BP.

Aku menurut.
(more…)

1526111_1821087324696854_1935686276_nCerita sebelumnya: Harrel berusaha mendekati Bhayu, siswa tampan dan jago olahraga di sekolahnya. Setelah berhasil mendekati Bhayu sebagai teman, dan Bhayu membiarkan Harrel melakukan seks oral padanya, Bhayu menghadapi masalah baru: Diancam oleh seseorang yang memilik foto telanjangnya. Akankah hal ini berimbas pada hubungan Harrel dan Bhayu yang sudah makin dekat?

ADA gosip baru di sekolah! Yah, walaupun sebenarnya aku bukanlah termasuk orang yang selalu ingin tahu mengenai masalah orang lain, kali ini gosip yang beredar mengenai hubungan Bhayu dan Imel. Mau tak mau, aku tertarik untuk mengetahuinya. Rumor yang beredar sih, katanya Bhayu mulai menjauhi Imel. Pasangan paling diidolakan di sekolah ini (yang cowok tampan, yang cewek cantik luar biasa) kini dikabarkan sedang renggang. Tak pernah lagi terlihat Bhayu dan Imel pulang bersama-sama. Keduanya malahan terlihat sering berjalan sendiri-sendiri di sekolah. (more…)